Memasuki era yang semakin modern ini tentunya
memberi harapan baru bagi Indonesia untuk menjajaki dunia global dengan lebih
luas. Seiring dengan hal tersebut ada tuntutan tersendiri dalam menyiapkan
sumber daya yang berkualitas, baik itu sumber daya alam (SDA), dan terlebih
sumber daya manusia (SDM). Diperlukan kompetensi yang cukup dan memadai bagi
setiap SDM untuk bisa berkontribusi dalam menjajaki era global ini. Apalagi
dengan adanya wacana “menuju ASEAN 2015”, dimana Indonesia merupakan salah satu
dari 10 negara yang turut bekerjasama di dalamnya tentu mengharapkan kesediaan
SDM yang berkualitas dan siap untuk bersaing. Dalam hal ini terkait dengan
kinerja dan kompetensi SDM Indonesia secara general. Namun pertanyaan besarnya
adalah, apakah Indonesia telah siap dengan hal ini?
Sejalan dengan hal tersebut, perlu kita
pahami lebih mendalam mengenai SDM yang telah siap untuk berkontribusi dalam
era global tersebut. Dalam konteks ini akan dikaitkan dengan konsep “kesetaraan
gender dalam promosi jabatan baik di sektor publik maupun di sektor swasta”.
Secara teori, dapat dikatakan bahwa seseorang
yang menerima promosi jabatan harus memiliki kualifikasi yang baik dibanding
kandidat-kandidat yang lainnya. Namun di Indonesia, terkadang perbedaan gender
antara pria-wanita serta senioritas tua muda mempengaruhi keputusan tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa promosi jabatan pada hakekatnya merupakan kesempatan
untuk berkembang dan maju yang dapat mendorong karyawan untuk lebih baik atau
lebih bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan dalam lingkungan organisasi. Dengan
adanya target promosi, pasti karyawan akan merasa dihargai, diperhatikan,
dibutuhkan dan diakui kemampuan kerjanya oleh manajemen organisasi sehingga mereka akan menghasilkan keluaran (output)/kinerja yang tinggi serta akan
mempertinggi loyalitas (kesetiaan) pada organisasi tersebut.
Oleh karena itu, perlu disadari pentingnya promosi
jabatan dalam peningkatan produktivitas yang harus dipertimbangkan secara
objektif. Ironisnya di Indonesia kesetaraan gender dalam promosi jabatan masih
sangat memprihatinkan, hal ini dikarenakan kaum pria seringkali dikategorikan sebagai SDM
kelas satu sementara kaum wanita dikategorikan sebagai kaum kelas dua. Namun
jika ingin serius dalam menjajaki dunia global maka pola pemikiran yang
demikian harus diperbaharui dengan langkah awal mewujudkan kesetaraan gender
khususnya dalam promosi jabatan baik di sektor publik maupun di sektor swasta.
No comments:
Post a Comment