Saturday, 7 September 2013

Kesetaraan Gender Dalam Promosi Jabatan

Memasuki era yang semakin modern ini tentunya memberi harapan baru bagi Indonesia untuk menjajaki dunia global dengan lebih luas. Seiring dengan hal tersebut ada tuntutan tersendiri dalam menyiapkan sumber daya yang berkualitas, baik itu sumber daya alam (SDA), dan terlebih sumber daya manusia (SDM). Diperlukan kompetensi yang cukup dan memadai bagi setiap SDM untuk bisa berkontribusi dalam menjajaki era global ini. Apalagi dengan adanya wacana “menuju ASEAN 2015”, dimana Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara yang turut bekerjasama di dalamnya tentu mengharapkan kesediaan SDM yang berkualitas dan siap untuk bersaing. Dalam hal ini terkait dengan kinerja dan kompetensi SDM Indonesia secara general. Namun pertanyaan besarnya adalah, apakah Indonesia telah siap dengan hal ini?

Sejalan dengan hal tersebut, perlu kita pahami lebih mendalam mengenai SDM yang telah siap untuk berkontribusi dalam era global tersebut. Dalam konteks ini akan dikaitkan dengan konsep “kesetaraan gender dalam promosi jabatan baik di sektor publik maupun di sektor swasta”. Secara teori, dapat dikatakan bahwa seseorang yang menerima promosi jabatan harus memiliki kualifikasi yang baik dibanding kandidat-kandidat yang lainnya. Namun di Indonesia, terkadang perbedaan gender antara pria-wanita serta senioritas tua muda mempengaruhi keputusan tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa promosi jabatan pada hakekatnya merupakan kesempatan untuk berkembang dan maju yang dapat mendorong karyawan untuk lebih baik atau lebih bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan dalam lingkungan organisasi. Dengan adanya target promosi, pasti karyawan akan merasa dihargai, diperhatikan, dibutuhkan dan diakui kemampuan kerjanya oleh manajemen organisasi  sehingga mereka akan menghasilkan keluaran (output)/kinerja yang tinggi serta akan mempertinggi loyalitas (kesetiaan) pada organisasi tersebut.


Oleh karena itu, perlu disadari pentingnya promosi jabatan dalam peningkatan produktivitas yang harus dipertimbangkan secara objektif. Ironisnya di Indonesia kesetaraan gender dalam promosi jabatan masih sangat memprihatinkan, hal ini dikarenakan  kaum pria seringkali dikategorikan sebagai SDM kelas satu sementara kaum wanita dikategorikan sebagai kaum kelas dua. Namun jika ingin serius dalam menjajaki dunia global maka pola pemikiran yang demikian harus diperbaharui dengan langkah awal mewujudkan kesetaraan gender khususnya dalam promosi jabatan baik di sektor publik maupun di sektor swasta.

No comments:

Post a Comment